pengumuman

pengumuman

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Anis Matta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anis Matta. Tampilkan semua postingan

Anis Matta Ziarah ke Bale Belek Datu Pejanggik

Written By Unknown on Selasa, 09 April 2013 | 04.47



Setelah membakar gelora semangat ribuan kader dan simpatisan PKS di Ballroom Hotel Lombok Raya, Anis Matta menyempatkan diri bersama rombongan DPP PKS berziarah ke Bale Belek Datu Pejanggik. Bale Belek (Istana-red) merupakan pusat Istana Datu (Raja-red) Pejanggik sekaligus menjadi sentral pemerintahan Kerajaan Pejanggik. Kerajaan Pejanggik yang dulu terletak di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu kerajaan terbesar dan bernafaskan islam di Pulau Lombok. Menurut sejarah, Kerajaan Pejanggik berperan sangat besar dalam proses penyebaran Agama Islam di Pulau Lombok.

Seperti kunjungannya ke daerah-daerah yang lain, Anis Matta selalu menyempatkan diri ke situs-situs sejarah. Hal ini ia lakukan dalam rangka menggali kembali khazanah sejarah di nusantara. Ia juga menegaskan dengan berkunjung ke situs-situs sejarah dapat menguatkan kembali memori sejarah bangsa. Sebagaimana pepatah yang masyhur, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah”. Oleh karena itu, silaturrahim dan revitasilasi situs-situs sejarah menjadi bagian agenda nasional PKS. Ia juga berharap, hal ini juga seharusnya menjadi program khusus bagi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang akan datang.

“Silaturrahim ke Bale Belek Datu Pejanggik ini dan langsung bertemu dengan keturunan-keturanan Datu Pejanggik dalam rangka menghidupkan kembali dan merevitalisasi kembali semua situs sejarah di Indonesia secara umum, dan secara khusus situs seajarah islam. Oleh akrena itu ini menjadi agenda nsional PKS. Secara khusus juga, agenda ini harus menjadi agenda kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang akan datang”, paparnya dalam kesempatan itu.

Saat Anis Matta silaturrahim ke Bale Belek, tampak salah situs sejarah Islam terbesar di Pulau Lombok itu masih dalam proses pemugaran/revitalisasi tahap awal. Anis sangat mendukung usaha-usaha revitasliasi situs-situs sejarah bangsa. Ia juga berharap adanya integrasi antara revitaliasi situs-situs sejarah dengan program pariwisata. Hal ini perlu dilakukan agar proses pembelajaran sejarah dapat terlaksana secara efektif dan massif. 

TGH. Ahmad Dimyati Muslim Umar yang merupakan salah satu keturunan Datu Pejanggik sangat senang dan bersyukur dengan adanya kunjungan Presiden PKS ke situs Bale Belek. Ia sangat mengapresiasi gagasan Anis Matta yang akan memperjuangkan agar situs Bale Belek masuk dalam salah satu cagar budaya. Harapannya sangat besar agar Bale Belek nantinya akan manjadi pusat sejarah Islam dan sebagai pusat studi sejarah penyebaran islam di Pulau Lombok.

“Alhamdulillah. Beliau datang dengan menunjukkan rasa cinta dan rasa tulus kepada keluarga besar kami yaitu keturunan Datu Pejanggik. Saat ini keluarga besar kami sedang disibukkan dengan pemugaran puing sejarah Kerajaan Pejanggik. Kami berharap nantinya Bale Belek ini akan menjadi pusat sejarah isalam dan pusat penelitian sejarah penyebaran islam bagi generasi-generasi muda yang akan datang”, ungkapnya di sela-sela kunjungan itu.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang diusung PKS (SJP-JOHAN) juga tampak mendampingi Presiden PKS beserta rombongan. Sebelumnya SJP juga telah membangun komunikasi yang intens dengan pihak pengelola Bale Belek Datu Pejanggik. SJP juga sangat mendukung proses revitalisasi situs sejarah islam di Lombok Tengah ini dan berkomitmen membantu usaha tersebut. “Jadi Gubernur ataupun tidak, saya berkomitmen menyukseskan pemugaran kembali puing-puing sejarah Datu Pejanggik ini”, tegasnya pada kesempatan itu. [hms]

Anis Matta Mengguncang Bangsa

Written By Unknown on Senin, 08 April 2013 | 22.48


“Pahlawan Muda…ditangan merekalah, Indonesia akan mengambil gilirannya, bukan hanya dalam mensejahterakan negerinya, tapi juga dalam memimpin dunia yang mulai terseok-seok!”, kalimat itu ia teriakan ditengah ribuan pendengar. Semua sepi, semua hening, dan nafas-nafas tertahankan di dada hanya untuk mendengarkan setiap butir kata, yang ia ucapkan penuh makna. Kata-katanya menjadi inspirasi, menyentuh pribadi, bagi trainer, bagi guru, bagi penceramah, dan bagi seluruh pemuda di penjuru negeri dengan semangat berapi-api.

Ialah H. Muhammad Anis Matta, Lc. Masa mudanya tak ia habiskan berhura-hura, namun penuh gelora berjuang dan membaca. Prestasi SD nya jelek tak seberapa, tapi di Pesantren (Darul Arqam) Gombara, posisinya kukuh tak bergeser dari kursi juara, dari tahun 80 hingga 86.

Organisasi dikenalnya sejak kecil, dan kelas satu SMA sudah bukan lagi anggota biasa, tapi sudah mampu menjadi instruktur IPM lalu kelas dua menjadi sekretaris cabang Muhammadiyyah. Namun tumpukan prestasi masa muda tak membuat ia berbangga. Ia rasakan kepedihan batin, keresahan membuncah-buncah, juga panggilan nurani untuk tak henti mengasah diri. LIPIA Jakartalah jamuan sejarah baginya walau kesempatan kuliah di Fikom UNHAS juga terbuka.

Ia lahap dua belas jam sehari buku-bukunya saat liburan, dan lima jam di luar diktat saat masa kuliahan. Bahkan dosen LIPIA nya berkata “jika saja ada nilai lebih dari mumtaz, Anis Matta pasti kan mampu melibas“, maka dari itu tak pernah sekalipun ia terkalahkan sebagai orang tercerdas juga tergigih, dalam nilai kuliah akhir ataupun ratusan buku mutakhir, dari Psikologi terapan, teori-teori belajar, pengembangan diri, konsep-konsep Politik, negara, pergerakan, bisnis, dan sastra-sastra tingkat dunia.

Setuntasnya dari kuliah, ia menumpahkan semangat mudanya dalam pergerakan. Membina dan berorganisasi, berceramah dan menulis, hingga tahun 1998 dipercaya menjadi Sekretaris Jendral Partai Keadilan (PK), dan usianya barulah 30 tahun. Kinerja dan karya nyatanya ia sempurnakan dengan gilang-gemilang, sampai-sampai tahun 2000 ia berkesempatan mengikuti program American Young Council for Young Politician Leader (ACYPL) di Amerika. Tak kurang bergengsinya, setelah ia menamatkan Kursus Singkat Angkatan (KSA) Lemhanas, ia kemudian menjadi instukturnya, tak kepalang tanggung, jendral-jendral ia latih disana.

Sekarang ia berjuang dalam posisinya sebagai wakil ketua DPR RI. Dan tetap dipercaya sebagai sekretaris jenderal PKS, sehingga ada anekdot ‘siapapun presiden PKS, sekjennya Anis Matta’. Bakat masa kecilnya sebetulnya cerpen dan puisi. Keduanya lalu tenggelam dan terkubur beberapa lama, tapi kembali menyeruak di masa-masa kini, membuat tulisan-tulisan ilmiahnya kuat, berisi, dan sastrawi. “cerdas bermetafora, puitis disini sana” Taufiq Ismail Sang Penyair mengomentari, juga fasihun, balighun, muatsirun finnafs sesuai balaghoh sejati. Semua keindahan tulisan, dan kejelian analisis itu terkumpul dalam ‘Konsep Seni dalam Islam‘ (1995), ‘Wawasan Islam dan Ekonomi’ (1997), ‘Sepanjang Hari Bersama Allah: Seni Berdo’a’ (1997), ‘Biar kuncupnya mekar menjadi bunga’ (2000), ‘Membangun karakter muslim’ (2002), ‘Model Manusia Muslim Abad 21′ (2002), ‘Menikmati Demokrasi’ (2003), ‘Dari Gerakan ke Negara’ (2006), ‘Serial Cinta’ (2006). Dan gaya tulisannya bisa dikatakan bermuatan berat seberat Malik bin Nabi namun indah seindah Mustafa Sadek Arrafi’i.

Ia pernah beberapa kali menjadi penerjemah khusus jika Syaikh Yusuf Qardawi berkunjung ke Indonesia. Dan ketika Yusuf Qardawi, dalam sebuah ceramah, mempersilakan Anis Matta untuk menterjemahkan kata-katanya setiap sepuluh menit, dengan percaya diri Anis Matta mempersilakan Yusuf Qardawi melanjutkan ceramahnya, dan ia terjemahkan setelahnya ke dalam bahasa Indonesia sepanjang aslinya, hebatnya lagi dengan terjemahan tekstual, bukan tafsiran.

Anis sering didaulat mengisi bermacam ceramah, seminar, taushiah, di berbagai komunitas: komunitas remaja, orang kantoran, pejabat, aktivis, mahasiswa, ibu-ibu, juga kalangan jet set yang jika ditawari ‘amplop’ ceramah puluhan juta, ditolaknya dengan halus, karena selain ia ingin menyebar nilai Islam di berbagai lapisan masyarakat, ia ingin pula membangun persahabatan dengan beragam lapisan itu tanpa imbalan. Ia tak hanya berda’wah di dalam negeri, suaranya melengking hingga menembus negara-negara asing, benua Amerika, puluhan negara Eropa, jepang, Australia, dan negera-negara Timur Tengah tentunya. Sehingga ia mengokohkan dirinya sebagai seorang da’i, pemikir muslim, ilmuan, berlevel internasional, ini dari satu sisi.

Sedang dari sisi lain, ia sedang tumbuh menjadi negarawan baru bangsa. Ceramahnya yang dulu bertempo lambat, sering terbata-bata dan salah kata, telah ditambal dan di sulam. Ia sekarang mampu beretorika dalam debat-debat nasional, dengan argumen logis, sistematis, puitis, dan berbekal data-data empiris. Sehingga misalnya dalam dialog-dialog besar yang menghadirkan para doktor politik dan sosial, aura mereka tenggelam dalam bangunan keilmuan Anis yang tinggi menjulang, luas membentang, hanya bermodalkan Lc pula. Ia adalah satu-satunya debator yang ditakuti Ulil Abshar Abdalla Sang Kordinator JIL yang kesohor itu, sehingga ia ciut tidak berani menghadapi Anis dalam debat publik.

Lebih jauh lagi, Anis telah mengembangkan kemampuan baru retorikanya: orasi. Walau belum lagi sempurna, namun ia sedang berjalan memenuhi kualifikasi seorang negarawan yang dibutuhkan Indonesia sebagaimana dalam tulisannya, ‘bukan karena kita menang pemilu saja maka kita memimpin’ , ia melihat bahwa basic competent seorang pemimpin negara adalah Narrative Intelligent, yang terwujud dalam orasi dan tulisan yang tajam. Sehingga Anis berkukuh bahwa seorang pemimpin besar haruslah orator ulung dan penulis yang memukau, mutlak, jika tidak, ia tidak akan abadi. Dan ketika ditanyakan bangunan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang negarawan, ia mengurutkan “…sejarah, sastra, dan kebudayaan, baru ke Psikologi, Sosiologi, Ekonomi, Hukum, dan ilmu politik. Selain itu basis bahasa dan ilmu komunikasi, negarawan adalah pemikir strategis dan pelaku kepemimpinan, designing and leading“. Dan Anis dalam perjalanan mencapainya, di usianya yang baru akan mencapai 44 tahun pada 7 Desember nanti.

Gagasan-gagasan iklan PKS Anis, dikenal kontroversial, namun seorang pakar hipnotis asal Bandung, Muhammad Isman Richmarch Hakim, mengatakan bahwa iklan-iklan itu justru iklan Politik tercerdas yang pernah ada karena selain muatannya berisi pesan bijak kepahlawanan, juga karena sekali-dua kali beriklan saja namun meraup simpati massa meruah-ruah tak terkira, sebuah tambahan lagi bagi prestasinya, karena ialah sang panglima TPPN (Tim Pemenangan Pemilu Nasional) PKS saat pemilu 2009.

Bagi Anis, “..kerja belum selesai, belum apa-apa” sebagaimana syair Chairil yang dikutipnya di tulisan ‘O, Pahlawan Negeriku ‘, ia berkeyakinan bahwa orang besar adalah orang yang berorientasi pada kerja-kerja besar, cita-cita besar dan melupakan semua kerja-kerja kecil yang pernah diraih. Orang besar diukur oleh kontribusi pada kemanusiaan, sehingga ia pernah berseru-seru dalam puisinya agungnya, Nyanyian Pahlawan, “Katakan padaku wahai hari, apa yang dapat kuberikan pada sejarah hari ini, katakan padaku wahai malam, berapa bintang kau perlukan untuk menerangi langitmu“. Sehingga wajar saja bagi PKS yang meyakini kesepakatan tak tertulis bahwa jika ada agenda-agenda raksasa partai yang mustahil, serahkan saja pada Anis Matta.

Dan standar cita-cita bagi Anis, ketika saatnya PKS memimpin dan membangun negara Indonesia, semua itu bukanlah akhir, tapi awal sebuah peradaban dunia. Sehingga yang tersisa adalah ungkapan pemikir Syiria, Syakib Arslan ‘Ma a’dzama hadza diin lau kana lahu rijal ‘ [alangkah besar agama ini kalau saja ia memiliki tokoh-tokoh besar]. Lelaki itu telah ada, dan telah lahir. Sudah meraup bermacam ilmu serta berkeras tekad sejak dahulu. Indonesia sedang menunggunya naik gelanggang. Indonesia sedang menyaksikan seorang anak kampung Bone Sulawesi Selatan tumbuh untuk mengguncang bangsa. Dimana dia berada? Anak kampung itu melantangkan lagi puisinya “Wahai Umat wahai bangsa, Aku selalu ada disini, saat darah saat air mata, Aku datang mengantar umat, pada gerbang sejarah baru”.


Oleh: Muhammad Elvandi Lc.
Sumber: Islamedia
 
Support : Humas PKS Lotim
Copyright © 2011. PKS Gumi Selaparang | Lombok Timur - NTB - All Rights Reserved
Template Created by Mas Template
Proudly powered by Blogger